Bola Online Kesungguhan Indra Sjafri Bersama Garuda Jaya

Kesungguhan Indra Sjafri Bersama Garuda Jaya

Kesungguhan Indra Sjafri Bersama Garuda Jaya

Bola Online – Indra Sjafri bisa jadi sosok teladan untuk generasi muda. Tidak hanya karena prestasinya membawa timnas U-19 menjadi pemenang Piala AFF U-19 serta lolos ke Piala Asia U-19 tahun depan, namun bagaimana proses Indra Sjafri meraih semuanya serta bagaimana dia selalu rendah hati atas seluruh keberhasilan yang diraih. Pria berumur 50 tahun tersebut tidak meraih kesuksesan dengan gampang. Begitu banyak rintangan yang menghambat dirinya. Indra sendiri mungkin tidak menyangka saat ini jadi menjadi sosok yang begitu dihormati di dunia sepak bola tanah air. Sebagai sosok yang mencintai sepak bola sejak anak-anak, dia mencoba peruntungannya sebagai seorang pemain sepak bola. Indra berposisi sebagai gelandang, namun dia tidak terlalu bersinar sebagai seorang pemain.

Sebagai seorang pesepakbola, Indra Sjafri kurang mempunyai karir yang hebat. Sesudah gantung sepatu, lantas Indra Sjafri bekerja di PT Pos Indonesia. Karena merasa tidak mampu jauh dari dunia sepak bola, kemudian Indra Sjafri kemudian mengikuti kursus kepelatihan. Kemauannya untuk menambah ilmu menjadikannya mempunyai lisensi kepelatihan dari AFC. Kemudian Indra pun diangkat sebagai instruktur serta pemandu bakat PSSI sejak bulan Mei tahun 2009. Jalan yang ditempuh Indra Sjafri sangat terjal. Jadi seorang instruktur serta pemandu bakat di PSSI yang belum memiliki program jelas tampak menyulitkan kerjanya. Sikap idealismenya guna mengembangkan bakat pemain muda serta pelatih muda sering mendapat hambatan karena ketidakjelasan program pembinaan di dalam PSSI.

Hal tersebut yang kemudian membuat Indra mengambil langkah berani guna berkeliling Indonesia menggunakan uang pribadi serta membuat program sendiri. Hal tersebut bukan tanpa risiko karena bisa saja Indra dituduh tidak menghormati PSSI dan lain-lain. Hal itu terbukti saat Indra sempat diberhentikan sementara sebagai seorang pelatih walaupun kemudian PSSI menunjukkan kembali untuk melatih timnas U-19. Indra adalah sosok pelatih ideal yang ingin mendapatkan pemain yang akan dia asuh sendiri. Dengan keras, Indra menolak pemain titipan atau pemain yang tidak dia pilih sendiri. Indra memang menggunakan lima pemain dari SAD, namun pemain SAD itu tetap diseleksi oleh Indra Sjafri sendiri. Indra Sjafri tidak mau mengulangi kegagalan yang pernah dia lakukan di Piala AFC 2010 karena pemain yang ada dalam skuatnya saat itu bukan pemain yang dia pilih sendiri. Dia pun lebih memilih untuk mengeluarkan lebih banyak energi demi mendapatkan. Dengan Rudy Priyambada yang merupakan asistennya di timnas U-19, Indra pergi ke pelosok tanah air untuk mencari pemain berbakat.

Selain untuk mencari pemain muda yang berbakat, dia juga membantu untuk mengembangkan kualitas pelatih lokal di daerah yang dia datangi. Kedatangan Indra Sjafri juga dimanfaatkan untuk menggelar kursus kepelatihan. Meskipun berstatus sebagai pelatih timnas, ternyata Indra Sjafri tidak meninggalkan amanah sebagai seorang instruktur kepelatihan PSSI. Sambil mencari pemain, dia juga memberikan pelatihan seperti instruktur. Bola Online