Mata Masih Gagal Memuaskan Mourinho

Mata Masih Gagal Memuaskan Mourinho

Mata Masih Gagal Memuaskan Mourinho

Masa depan Juan Mata di Stamford Bridge memang belum mendapatkan garansi utama. Pelatih Jose Mourinho bahkan berulang-ulang kali menyalahkan faktor pelatih lama Rafael Benitez, dalam membiarkan rotasi sejumlah pemain bintangnya yang ternyata berimbas pada penampilan timnya di musim ini. “Ya saya mencoba untuk mengingatkan betapa pentingnya pola rotasi dari masa kepemimpinan pelatih sebelumnya dan hal ini sempat mempengaruhi tekanan bagi masing-masing pemain saat ini,” tukas Mourinho. “Tentu saja hal ini juga mempengaruhi kondisi kapten tim John Terry, yang merasa terluka akan hal itu. Setelah Chelsea mencoba untuk melakukan perubahan esrupa di musim ini guna mengantisipasi jadwal padat dalam beberapa pekan ke depan, saat menghadapi Crystal Palace, dan cukup mengejutkan melihat kontribusi Juan Mata lagi-lagi ditarik pada menit ke-62, dengan kemenangan tipis 2-1.

Perlakuan mantan pelatih Porto kepada Juan Mata di musim ini memang tidak seperti perlakuannya kepada pemain asal Brasil Oscar, yang beberapa kali sempat dimainkan lebih banyak dari pada gelandang internasional Spanyol itu. Bahkan saat ditarik oleh sang pelatih, Mata sama sekali tidak melihat wajah Mourinho dan langsung menuju ke bangku cadangan, dan hal itu tentu saja tidak mengganggu sang arsitek lapangan hijau, mengingat ia sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Tentu bila melihat ke belakang sungguh tidak mungkin bila seorang Juan Mata tidak dapat masuk ke dalam strategi yang diinginkan oleh Mourinho, walau permainan Oscar sebelumnmya malah tidak secemerlang Mata di musim lalu. Walau tidak mudah untuk menyingkirkan langsung dari tim inti, namun setidaknya Mourinho secara perlahan mencoba menurunkannya lagi dalam beberapa kesempatan, mengingat ia merupakan pemain idola di mata pendukung The Blues.

Mourinho malahan kini lebih condong memilih Eden Hazard, Ramires, Willian atau Michael Essien, seperti yang ditunjukkannya pada akhir pekan kemarin. Dan salah satu pertanyaan besar di sini adalah mengapa pelatih Portugal itu tidak begitu akrab dengan Juan Mata dan terkesan ingin membuatnya tidak kerasan dan membuangnya dari Stamford Bridge. Dalam dua musim belakangan ini, figur Mata seolah-olah tidak dapat disingkirkan dari tim utama, tetapi tidak demikian bila bercerita dengan Jose Mourinho, meski ia berperan besar dalam merengkuh trofi Liga Champions pada kurun 18 bulan lalu dan Liga Europa pada tahun ini. Pada musim ini Mata telah tampil 16 pertandingan di musim ini, termasuk salah satunya untuk tim nasional Spanyol dan tentu tidak mudah baginya bahwa kali ini kisahnya jauh berbeda dan apa yang selalu diinginkannya selalu bertolak belakang dengan sang pelatih.

Dalam dua tahun terakhir Mata telah mencatatkan 140 pertandingan baik untuk klub dan juga negara, namun sepertinya musim ini tidak akan bisa berbuat lebih banyak. Dan salah satu hal yang dikhawatirkannya bila tetap berada di bawah tekanan seperti saat ini maka peluangnya tampil di Piala Dunia 2014 mendatang bakal terancam.