Taruhan Bola Gelandang Yang Menjadi Bek

Gelandang Yang Menjadi Bek

Gelandang Yang Menjadi Bek

Taruhan Bola - Sebelum menjadi pemain Bayern Muenchen, Javi Martinez sering mengalami dua kali sesi latihan bersama dengan Athletic Bilbao. Pemain internasional Spanyol memang menjadi buruan utama klub top Eropa seperti Real Madrid dan klub kaya macam Manchester City pada saat itu.

Secara tradisiona, dia dikembangkan sebagai seorang holding midfielder, tapi Marcelo Bielsa di musim 2011/2013 memiliki ide unik, dia menjadikan Martinez sebagai seorang bek tengah. Hal ini dilakukan oleh Marcelo Bielsa untuk mengeksploitasi kemampuan tekniknya dalam membangun serangan dari belakang. Ini didukung fakta bahwa Martinez sangat percaya diri dalam melakukan umpan pendek maupun umpan panjang dari lini belakang. Pada musim tersebut Martinez melepaskan umpan sebanyak 54,1 per pertandingan dengan 84,3% umpan yang mencapai sasaran, Martinez hanya menderita 0,3% turnover tiap pertandingan. Dalam pikiran Bielsa saat itu, menggunakan gelandang sebagai bek tengah bisa menjaga penguasaan bola dan akhirnya menjalar di Eropa, terutama dalam klub-klub yang berada di Eropa daratan.

Dalam era sepakbola sebelumnya kita lebh sering melihat bek tengah yang dimajukan sebagai pemain tengah – seperti penampilan Marcel Desailly bersama AC Milan-nya Fabio Capello dan Pepe bagi Real Madrid-nya Jose Mourinho – maka penggunaan gelandang sebagai bek tengah merupakan hal yang baru. Tapi memakai seorang pemain yang nyaman dengan bola di lini belakang serta bisa membangun serangan dengan cerdas juga merupakan sebuah tren yang biasa di sepakbola tahun 60-an, saat seorang gelandang gelandang dengan skill yang tinggi ditempatkan di belakang sebagai seorang sweeper. Tren tersebut sebenarnya lahir kembali di tahun 90-an dengan munculnya Matthias Sammer dan Lothar Mattheus sebagai seorang gelandang yang juga sering berada di lini belakang.

Kita juga dapat menyebutkan nama Sinisa Mihajlovic juga, mantan bek kiri yang dipasang sebagai gelandang sayap kiri dengan AS Roma, kemudian dia direlokasi menjadi seorang sweeper oleh Sven Goran Eriksson. Cesare Prandelli juga memiliki peran serupa saat Andrea Barzagli cedera saat Italia bertanding di ajang Euro 2012. De Rossi juga tampil sangat baik di pertandingan pembuka melawan Spanyol kala itu. Sebenarnya apa kebutuhan yang mendesak sehingga sebuah tim harus memiliki seorang playmaker di sisi pertahanan? Mungkin dapat dipahami sebagai berikut : dengan lawan yang menggunakan strategi reaktif, yang cenderung menerapkan sistem pertahanan gerendel, dengan pertahanan yang makin dalam, memiliki tambahan seorang pemain yang nyaman dengan bola dapat membantu tim dalam fase kontruksi serangan.

Ada juga sebuah kebutuhan untuk menahan pemain seperti ini untuk lebih maju dalam pertandingan, karena dia merupakan distributor bola yang jempolan. Bila penyerang lawan diintruksikan untuk mengawal dia, maka gelandang di depannya mendapatkan kebebasan untuk menerima umpan pertama. Keuntungan memiliki pemain seperti ini adalah bisa menambah jumlah pemain di lini tengah untuk memberikan keseimbangan lebih saat menyerang, pikirkan mengenai bek tengah dalam formasi 4-4-2 yang sedang melawan formasi 4-3-3 saat mereka akan menyerang.

Kita juga tak sedang membicarakan seorang pemain dalam sistem pertahanan tiga bek – seperti yang diterapkan Prandelli dengan menjadikan De Rossi sebagai bek tengah – tapi bek tengah yang ada dalam formasi 4-4-2. Dengan perkembangan sistem striker tunggal, satu dari bek tengah dapat membantu serangan, dengan bek yang lain menjaga striker tunggal tersebut, apalagi bila striker tunggal tersebut tidak memiliki kecepatan yang mumpuni untuk berlari melewati seorang defender. Majunya seorang bek tengah ke depan bukan merupakan hal yang beresiko selama striker lawan tak memiliki kecepatan yang bail.

Jika sebuah tim lebih menyukai cara bertahan dengan melalui penguasaan bola selama mungkin atau dalam kondisi yang menuntut mereka untuk lebih banyak mencetak peluang gol, maka bermain dengan cara seperti itu adalah keuntungan. Bek tengah yang dapat bermain seperti ini dapat memberikan tim sebuah fleksibilitas dalam taktik. Tim juga memiliki tambahan seorang pemain box to box seperti  yang biasanya dilakukan oleh Martinez di Liga Eropa bersama Bilbao dan Sammer saat sukses dengan Inter Milan dan timnas Jerman. Taruhan Bola